TRANSFORMASI KE INDUSTRI ALAT KESEHATAN?

ISO 13485 SIAP KAWAL KUALITAS PRODUK DAN LAYANAN

Gambaran Umum

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia industri. Tidak hanya industri di tanah air namun industrI secara global. Banyak industrI yang kurang fleksibel terhadap perubahan akhirnya harus tersingkir dari kancah perdagangan dunia. Industri yang terdampak adanya pandemi ini juga berimbas terhadap bertambahnya tingkat pengangguran karena harus mengurangi beban biaya tenaga kerja. Di sisi lain operasional produksi tidak berjalan dikarenakan order berhenti dan pasokan bahan baku terhambat. Antara satu industri dengan industry lainnya yang saling terkait dalam supply chain juga mengalami hal serupa.

Pada masa pandemi setiap masyarakat lebih memprioritaskan pada kesehatan diri mereka. Sebagian besar dari mereka tidak lagi memilih pemenuhan kebutuhan sekunder dan tertier namun menempatkan kesehatan sebagai kebutuhan primer. Fenomena ini ditangkap sebagai peluang bagi sebagian Industri yang masih memiliki sifat fleksibel untuk banting setir memproduksi alat-alat kesehatan. Sebagai contoh ada perusahaan pembuat pesawat terbang dan perusahaan otomotif dunia juga memproduksi respirator, perusahaan garmen berubah memproduksi APD dan masih banyak yang lainnya.   Sikap pemerintah terhadap berkembangnya industri alat kesehatan sangat positif dan mendukung.

Sebagaimana dilansir dalam ekonomi.bisnis.com (20/06) mengatakan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menambahkan sektor industri alat kesehatan (alkes) dan industri farmasi ke dalam prioritas pengembangan Making Indonesia 4.0. Hal tersebut merupakan satu upaya untuk dapat segera mewujudkan Indonesia yang mandiri di sektor kesehatan. Kemandirian Indonesia di sektor industri alat kesehatan dan farmasi merupakan hal yang penting, terlebih dalam kondisi kedaruratan kesehatan seperti saat ini. Dikutip dari indopremier.com (09/06) bahwa beradasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tercatat bahwa permohonan izin usaha di sektor kesehatan di tengah pandemi justru meningkat. Hingga Maret 2020 lalu jumlah izin edar untuk alat kesehatan (alkes) 1.482 dan penerbitan sertifikat distribusi penyalur alkes mencapai 1.255 sertifikat.  Kapasitas industri di sektor kesehatan domestik yang terus bertambah, kemampuan produksi dan inovasi produk yang dihasilkan saat ini juga kian meningkat.

Perlunya Standar Baku

Dengan semakin meningkatnya industri alat kesehatan maka semakin diperlukan standar baku terhadap kualitas produk baik yang dapat diterima di dalam negeri maupun yang dapat diterima di luar negeri. Standar baku diperlukan untuk menjamin konsistensi kualitas dan keamanan produk ketika digunakan oleh


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *